Tampilkan postingan dengan label love it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love it. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

3 idiots


Judul Film : 3 Idiots
Pemain : Aamir Khan, R. Madhavan, Sharman Joshi, Kareena Kapoor
Sutradara : Rajkumar Hirani
Durasi : 164 menit
Genre : Drama Komedi













Bercerita tentang persahabatan 3 mahasiswa yaitu Rancho (Aamir Khan), Raju (Sharman Joshi) dan Farhan (R. Madhavan) di Imperial College of Engineering. Mereka harus tinggal di asrama sampe selesai menempuh pendidikan sebagai enginer. Di balik pendidikan yang yah.. sebenernya sama aja kayak di Indonesia, kita diharuskan ngerti ini itu, menghapal diluar kepala definisi ini itu sesuai apa kata buku, tanpa tau nantinya bisa diterapkan atau tidak semua pelajaran itu.

Rancho sebagai tokoh sentral di film ini membuktikan, mahasiswa bandel bukan berarti tidak pintar. Film ini juga membuat kita bisa membuka mata, bahwa kuliah ga hanya mengejar IP tinggi, tapi jauh dari itu. Persahabatan antara Rancho, Raju dan Farhan seperti layaknya persahabatan lainnya, ada sedih dan gembira bersama. Yeah, what friends are for bukan?

Sampai akhirnya Rancho, mahasiswa bandel yang jadi kemarahan rektor mereka (disebut mereka Virus) yang akhirnya suka sama anaknya Virus yang bernama Pia (Kareena Kapoor). Banyak yang terjadi hingga saatnya mereka lulus dan Rancho berhasil menjadi mahasiswa terbaik.

Setelah beberapa tahun lamanya mereka bertiga terpisah, Raju dan Farhan mencari Rancho. Mereka mendapati bahwa Rancho yang selama ini mereka kenal adalah seorang joki untuk mendapatkan ijazah bagi seorang yang bernama Ranchoddas.

banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari film ini. mulai dari persahabatan hingga mengajarkan kita untuk melakukan apa yang kita suka, dan menjadi diri sendiri.

Rabu, 06 April 2011

Sheila on 7


Sejarah

Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk

membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.


Sampai saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, dimana ide-ide atau kreasi dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.


Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”, “on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).


Sejak awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun pertunjukan komersil di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah, kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label “Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) di tahun 1997 milik Radio Geronimo 105.8 FM & G-Indie Production di Yogyakarta, dimana program ini adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman komersial.


Dalam program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, dimana request dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu ‘Kita’, menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997.


Menunjuk pada hal tersebut, “Sheila on 7” mampu untuk merefleksikan dirinya dan menjadikannya sebagai tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7 memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.

source: http://sheilaon7.com/index.cfm?fuseaction=home.general&section=about_sheila_on_7_band